STRUKTUR DAN FUNGSI SEL
Tumbuhan
termasuk eukaryot, organisme yang memiliki membran yang melingkupi inti
dan organel, dan dapat menyusun makanannya. Klorofil menyebabkan
tumbuhan berwarna hijau, dapat menggunakan cahaya matahari untuk
mengubah air dan karbondioksida menjadi gula/karbohidrat.
Tidak seperti sel hewan, yang mempunyai sentriol, lisosom, filamen
intermediat, silia, atau flagel, sel tumbuhan mempunyai beberapa
struktur khusus, yaitu dinding sel yang kaku, vakuola sentral,
plasmodesmata, dan kloroplas.
Dinding Sel
Sel tumbuhan (kecuali sel sperma tumbuhan dan sel
endosperm) diselimuti oleh dinding sel dan ini merupakan ciri sel
tumbuhan. Dinding sel tumbuhan mempunyai dinding yang kaku mengelilingi
membran plasma. Strukturnya sangat kompleks, dengan berbagai fungsi dari
pelindung sel hingga mengatur siklus hidup. Dinding sel bertindak
dengan berbagai fungsi. Selain melindungi bagian intraseluler, pada
struktur dinding yang kaku terdapat lubang untuk sirkulasi dan
distribusi air, mineral, dan berbagai nutrien, serta kandungan molekul
khusus untuk mengatur pertumbuhan dan melindungi tumbuhan dari penyakit.
Dinding
sel jauh lebih tebal dari membran plasma. Dinding sel terdiri dari
dinding primer yang mengakomodasi sel untuk tumbuh, dan dinding sekunder
yang berkembang ke arah dalam dinding primer setelah sel berhenti
tumbuh. Dinding primer lebih tipis dan lebih kenyal dibandingkan dengan
dinding sekunder.

Gbr. 1.1. Struktur dinding sel
Komponen
utama dinding primer meliputi selulosa (dalam bentuk mikrofibril, lihat
gambar 1.1.), yang merupakan karbohidrat kompleks yang terdiri dari
beberapa ribu molekul glukosa. Dinding sel mengandung dua polisakarida
bercabang, pektin dan glikan. Jalinan terorganisasi antara mikrofibril
selulosa dan glikan menambah daya regang selulosa, sedangkan jalinan
dengan pektin memungkinkan dinding sel tahan tekanan. Dalam jalinan
tersebut terdapat sejumlah kecil protein. Sebagian dari protein tersebut
diperkirakan akan menambah kekuatan mekanik dan sebagian lagi terdiri
dari enzim, yang dapat merubah bentuk, atau memutus jalinan dinding sel.
Perubahan seperti dalam dinding sel diarahkan oleh enzim yang merupakan
hal penting untuk pematangan buah dan pengguguran daun.
Dinding
sekunder yang terletak sebelah dalam dinding primer, mengandung lignin.
Lignin merupakan senyawa polimer dari alkohol aromatik. Lignin
memberikan corak dan karakteristik kayu selain sebagai fungsi pendukung
bagi kekuatan tumbuhan. Lignin juga menyulitkan perlekatan sejumlah
jamur atau bakteri. Kutin dan suberin, dan bahan lilin lainnya
kadang-kadang terdapat pula dalam dinding sel.
Daerah khusus yang
berasosiasi dengan dinding sel tumbuhan, dan adakalanya dianggap sebagai
komponen tambahan, adalah lamella tengah (lihat gambar 1.1.). Kaya
dengan pektin, lamella tengah menjadi perekat bagi sel bertetangga.
Dengan posisi sedemikian rupa, sel dapat berkomunikasi satu sama lain
dan bertukaran bahan. Disebut dengan plasmodesmata, plasma sel dapat
menjulur menembus dinding primer, dinding sekunder sehingga transportasi
molekul antar sel dapat berlangsung.
Membran Plasma
Semua sel
hidup, prokaryot dan eukaryot, mempunyai membran yang membungkus
kandungannya dan bertindak sebagai pembatas semi-porus terhadap
lingkungan luarnya. Membran plasma permeabel terhadap molekul tertentu,
nutrien dan bahan lain yang diperlukan dimungkinkan untuk melewatinya,
demikian pula halnya dengan bahan buangan sel. Molekul kecil, seperti
oksigen, karbondioksida, dan air, dapat melintas menyeberangi membran
secara bebas, tetapi molekul besar, seperti asam amino dan gula,
mengalami pengaturan.
Selain membran plasma pada bagian terluar, sel
eukaryot mempunyai membran internal yang membagi-bagi sel menjadi
ruangan-ruangan (membran organel). Membran tersebut juga berperan
langsung dalam metabolisme sel; banyak enzim dibentuk tepat di dalam
membran tersebut. Karena ruangan-ruangan sel menyediakan lingkungan
lokal berbeda-beda yang melayani fungsi metabolik tertentu, proses yang
tidak sesuai (tidak kompatibel) bisa berlangsung secara bersamaan di
dalam sel yang sama.
Secara umum, membran plasma terdiri dari
fofolipid lapis ganda (bilayer lipid) dan lipid lain. Bermacam-macam
protein terperangkap di dalam atau melekat di permukaan bilayer lipid
tersebut (lihat gambar 1.2.):

Gbr. 1.2. Struktur membran plasma
Namun demikian, setiap membran mempunyai komposisi lipid dan protein
yang unik, sesuai dengan fungsi spesifik membran tersebut. Misalnya,
enzim yang berfungsi dalam respirasi seluler berada di dalam membran
organel yang disebut mitokondria.
Kloroplas
Satu karakteristik
utama tumbuhan adalah kemampuannya melakukan fotosintesis. Proses ini
berlangsung di dalam kloroplas. Semua bagian hijau tumbuhan, termasuk
batang dan buah belum matang, mengandung kloroplas, tapi umumnya
fotosintesis berlangsung pada daun.
Gbr. 1.3. Struktur kloroplas
Kloroplas salah satu tipe plastida,
organel sel tumbuhan yang terlibat dalam penyimpanan energi dan sintesis
bahan-bahan metabolik. Leukoplas (organel tak berwarna), sebagai
contoh, terlibat dalam sintesis tepung, minyak dan protein. Kromoplas
yang berwarna kuning – merah mensintesis karotenoid, dan kloroplas yang
berwarna hijau mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b, yang dapat
menyerap energi cahaya yang diperlukan untuk fotosintesis. Semua
plastida berkembang dari organel kecil yang terdapat dalam sel meristem
muda (jaringan yang belum terbedakan) disebut proplastid. Perbedaan
antara berbagai tipe plastid didasarkan pada kebutuhan sel yang berbeda,
yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti cahaya.
Kloroplas
merupakan organel double membran dan di antara kedua membran terdapat
ruang antar membran. Membran luar lebih permeabel dibandingkan membran
dalam, dimana sejumlah protein transport membran tertanam. Stroma
merupakan ruang dalam kloroplas yang bersifat semi-cair mengandung bahan
enzim terlarut, DNA kloroplas, demikian pula RNA dan ribosom.
Di
dalam kloroplas terdapat sistem membran yang lain, yang di susun menjadi
kantung-kantung pipih yang disebut tilakoid. Di beberapa tempat,
tilakoid ditumpuk seperti tumpukan kartu poket, yang membentuk struktur
yang disebut grana (tunggal, granum). Cairan di luar tilakoid disebut
stroma. Dengan demikian membran tilakoid ini membagi bagian dalam
kloroplas menjadi dua ruangan: ruang tilakoid dan stroma.
Mitokondria
Mitokondria
adalah organel berbentuk batang yang dapat dianggap sebagai generator
energi pada sel, dengan mengubah nutrien dengan oksigen menjadi ATP.
Jumlah mitokondria di dalam sel berkorelasi dengan tingkat aktivitas
metabolismenya, terdiri dari 1 hingga ribuan.
Gbr. 1.4. Struktur mitokondria
Mitokondria dibungkus oleh suatu
selubung yang terdiri dari dua membran. Membran luar halus, tetapi
membran dalamnya berlekuk-lekuk dan disebut krista. Membran dalam
membagi mitokondria menjadi dua ruangan internal, yaitu ruang
intermembran yang terletak di antara membran luar dan membran dalam dan
matriks mitokondria yang dilingkupi oleh membran dalam Gambar 1.3.).
Retikulum Endoplasma
Retikulum
endoplasma (RE) membentuk sistem angkutan untuk berbagai macam molekul
di dalam sel dan bahkan antar sel melalui plasmodesmata. Retikulum
berarti “jaringan” dan endoplasma berarti “di dalam sitoplasma” (Latin).
Banyak aktivitas kimia berasosiasi dengan RE, salah satu aktivitasnya
adalah sintesis protein yang terjadi pada sejumlah ribosom. RE dengan
ribosom yang melekat padanya disebut RE kasar sedang yang tidak
mengandung ribosom disebut RE halus. RE terdiri dari jaringan tubula dan
gelembung membran yang disebut sisterna (cisterna, berarti “kotak).
Perhatikan gambar 1.4. RE berbagai sel berfungsi dalam bermacam-macam
proses metabolisme tubuh, termasuk sintesis lipid, karbohidrat, sterol
dan fosfolipid dan menawarkan obat dan racun.
Gbr. 1.4. Struktur Retikulum endoplasma
Badan Golgi
Badan Golgi, juga disebut Golgi Aparatus (GA) atau
Kompleks Golgi (KG). Setelah meninggalkan RE, banyak vesikula transpor
berpindah ke Badan Golgi. Kita dapat membayangkan Golgi ini sebagai
pusat manufaktur, pergudangan, penyortiran, dan pengiriman. Di sini
produk RE dimodifikasi dan disimpan, dan kemudian dikirim ke tujuan
lain. Dengan mikroskop elektron, badan Golgi terlihat sebagai tumpukan
cairan yang berongga dengan pinggiran yang memutar dan dikelilingi oleh
badan-badan berbentuk bola.
Badan Golgi memiliki polaritas yang
jelas, dengan membran cisternae pada ujung-ujung yang berlawanan
merupakan suatu tumpukan yang berbeda ketebalan dan komposisi
molekulnya. Kedua kutub tumpukan disebut muka cis dan muka trans yang
masing-masing bertindak sebagai bagian penerima dan pengirim . Muka cis
biasanya terletak di dekat RE. Vesikula transport memindahkan materi
dari RE ke badan Golgi. Vesikula yang bertunas dari RE akan menambah
membrannya dan kandungan lumennya ke muka cis dengan bergabung dengan
membran golgi. Muka trans menghasilkan vesikula yang akan tercabut dan
pindah ke tempat lain perhatikan gambar 1.5..
Produk RE biasanya
dimodifikasi selama berpindah dari kutub cis ke ketub trans. Protein dan
fosfolipid membran mungkin saja berubah. Misalnya bagian enzim Golgi
memodifikasi bagian oligosakarida glikoprotein . Ketika pertama kali
ditambahkan pada protein di RE, oligosakarida dari seluruh oligoprotein
adalah identik. Golgi membuang sebagian monomer gula dan menggantinya
dengan yang lain, menghasilkan bermacam-macam oligosakarida.
Gbr. 1.5. Struktur Badan Golgi
Ribosom
Semua sel hidup mengandung ribosom, organel kecil tersusun
kurang lebih 60% RNA ribosomal (rRNA) dan 40% protein. Namun, secara
umum dikenal sebagai organel. Sangat penting untuk dicatat bahwa ribosom
tidak terikat oleh membran dan jauh lebih kecil dibandingkan dengan
organel lainnya. Beberapa jenis sel mungkin memiliki jutaan ribosom,
tetapi beberapa ribu lebih spesifik.
Gbr. 1.6. Struktur Ribosom
Ribosom umumnya terdapat terikat ke
retikulum endoplasma dan selaput inti, dan sebagian lainnya terdapat
bebas dalam sitoplasma. Ribosom bertindak sebagai mesin produksi protein
dan akibatnya ribosom sangat melimpah pada sel yang sedang aktif dalam
sintesis protein. Sejumlah protein yang dihasilkan, diangkut ke luar
sel.
Ribosom eukaryot diproduksi dan dirakit di dalam nukleolus.
Protein ribosomal masuk ke nukleolus dan berkombinasi dengan empat
strand rRNA untuk membentuk dua sub unit ribosomal (sub unit kecil dan
sub unit besar). Unit ribosom ke luar meninggalkan inti melalui pori
inti dan menyatu dalam sitoplasma untuk tujuan sintesis protein. Bila
produksi protein tidak berlangsung, kedua sub unit ribosomal terpisah.
Vakuola Sel Tumbuhan
Vakuola adalah kantung bermembran dalam
sitoplasma sel dengan bebagai fungsi. Pada sel dewasa tumbuhan, vakuola
cenderung lebih besar, dengan fungsi penyimpanan, buangan metabolisme,
perlindungan, dan pertumbuhan. Banyak sel sel tumbuhan mempunyai vakuola
besar, tunggal disebut vakuola sentral yang menempati ruang sel sekitar
80% atau lebih. Vakuola dalam sel hewan, cenderung lebih kecil, dan
lebih digunakan secara temporer digunakan untuk menyimpan bahan-bahan
atau untuk mengangkut bahan.

Gbr. 1.7. Vakuola
Vakuola sentral dalam
sel tumbuhan (lihat gambar 1.7) dilingkupi oleh membran, disebut
tonoplas, bagian yang sangat penting dan terintegrasi dengan jaringan
sistem membran (endomembran).
Vakuola sel tumbuhan merupakan ruangan
serbaguna. Vakuola ini merupakan tempat menyimpan senyawa organik
seperti protein yang ditumpuk dalam vakuola sel dalam benih. Vakuola
juga merupakan tempat penimbunan ion anorganik yang utama dari sel
tumbuhan, seperti kalium dan klorida. Banyak sel tumbuhan menggunakan
vakuolanya sebagai tempat pembuangan produk-samping metabolisme yang
dapat membahayakan sel itu sendiri, jika terakumulasi dalam sitosol.
Sebagian vakuola mengandung banyak pigmen yang mewarnai sel tersebut,
seperti pigmen merah dan biru dari mahkota bunga yang membantu memikat
serangga penyerbuk untuk datang ke bunga tersebut. Vakuola dapat juga
membantu melindungi tumbuhan melawan pemangsanya karena mengandung
senyawa yang beracun atau beraroma tak sedap bagi hewan. Vakuola
memegang peran utama dalam pertumbuhan sel tumbuhan, yang memanjang
begitu vakuolanya menyerap air, membuat sel dapat menjadi lebih besar
dengan hanya membuat sitoplasma baru yang minimal. Vakuola besar sel
tumbuhan berkembang dari penggabungan vakuola-vakuola yang lebih kecil,
yang diambil dari retikulum endoplasma dan badan golgi.
Peran vakuola dalam turgiditas dan bentuk sel.
Bentuk
dan ketegaran jaringan yang tersusun dari banyak sel yang hanya
memiliki dinding primer; adalah akibat adanya air dan bahan terlarut
yang menekan dari dalam vakuola. Tekanan timbul karena osmosis.
Ada
aspek penting lain dari vakuola yang membuat tumbuhan nampak seperti
yang klta lihat. Untuk mempertahankanh idupnya, tumbuhan perlu menyerap
cukup banyak air, unsur mineral, karbon dioksida, dan cahaya matahari.
Setiap faktor tersebut, bahkan cahaya matahari sering langka atau
sedikit sekali diperoieh dari lingkungan. Luas permukaan yang besar
sangat memudahkan penyerapan keempat faktor tersebut oleh tumbuhan: akar
yang bercabang-cabang mengasuki sejumlah besar volume tanah, permukaan
dedaunan menangkap cahaya matahari dan menyerap karbon dioksida dari
atmosfer. Cara organisme mendapatkan permukaan yang luas dimulai dengan
memiliki volume yang cukup besar dan kemudian memecah-mecah menjadi
lapisan tipis seperti dedaunan, atau menjadi struktur sempit panjang
seperti akar atau jarum-jarum konifer. Tumbuhan mempunyai volume cukup
besar karena vakuolanya terisi air dengan jumlah lebih besar daripada
yang dimiliki protoplasma sel lain. Jika sel tumbuhan hanya mengandung
protoplasma tanpa vakuola seperti halnya sel hewan, maka sel tumbuhan
hanya dapat mempunyai sebagian kecil dari luas permukaannya sekarang.
Bagi hewan, amatlah penting memiliki volume yang kompak dengan permukaan
yang terbatas dan protoplasma yang pekat agar dapat menghasilkan energi
dan mengurangi kelembaban untuk bergerak. Kedua fungsi vakuola
tumbuhan, yakni memelihara turgor dan mempertahankan volume yang besar,
merupakan fungsi yang statis
Vakuola untuk penyimpanan dan penimbunan
Konsentrasi bahan
terlarut di vakuola itu tinggi, hampir setinggi konsentrasi garam di air
laut dan di sitosol (umumnya 0,4-0,6 M). Ada ratusan bahan terlarut,
termasuk berbagai garam, molekul organik kecil seperti gula dan asam
amino, beberapa protein dan molekul lain. Sejumlah vakuola mengandung
pigmen dalam konsentrasi tinggi yang menghasilkan warna pada bunga
(sedemikian terkonsentraspi pada vakuola sel epidermis sehingga pigmen
itu menutupi warna hijau kloroplas). Pada beberapa bagian tumbuhan,
vakuola mengandung bahan yang bisa meracuni sitoplasma, misalnya hasil
metabolisme sekunder (contohnya alkaloid, dan berbagai senyawa
bermolekul gula). Kadang juga vakuola mengandung kristal; kristal
kalsium oksalat lazim didapatkan pada beberapa spesies.
Didapatkannya
semua senyawa tersebut dalam vakuola telah lama menimbulkan dugaan
bahwa vakuola merupakan semacam tempat untuk menampung hasil buangan sel
dan kelebihan mineral yang diambil oleh tumbuhan. Kita sekarang tahu
bahwa banyak dari senyawa ini berperan jauh lebih dinamis daripada hanya
sekadar tersimpan di sana, walaupun -penyimpanan, termasuk penyimpanan
hasil buangan, memang salah satu peran penting vakuola. Beberapa senyawa
ini terperangkap di vakuola karena kondisinya berubah ketika memasuki
lingkungan baru di vakuola yang, sekurang-kurangnya, sering lebih asam
daripada sitosol. Merah netral misalnya, melewati tonoplas sebagai basa
bebas lipofilik, tapi ia mengion ketika menerima proton di vakuola.
Dalam kondisi seperti ini ia tidak dapat lagi melewati tonoplas. Ca2+
terperangkap dengan cara diendapkan dengan oksalat, fosfat, atau sulfat,
membentuk kristal. Tapi, biasanya vakuola mengandung Ca2+ dalam
konsentrasi milimol saja.
Vakuola sebagai lisosom
Enzim di vakuola mencerna berbagai macam
bahan yang diserap ke dalam vakuola, termasuk mencerna sitoplasma ketika
sel mati dan tonoplas pecah. Hal ini mungkin terjadi sewaktu protoplas
sel kayu rusak dan mati. Dalam hal ini, vakuola berlaku sebagai
lisosorn, yaitu organel sel yang umum didaputi di sel hewan beberapa
cendawan, dan protista. Lisosom mengandung enzim pencerna (hidrolitik)
yang memecah bahan yang diserapnya, atau enzim ini mencerna protoplasma
setelah sel mati dan merusak membran lisosom. Pentingnya peran ini bagi
vakuola masih diteliti karena tidak semua enzim pengurai protein sel
terdapat di vakuola. Barangkali hanya sekitar 10% terdapat pada tumbuhan
tingkat tinggi, sedangkan pada sel khamir, 90% dan enzim ini berada di
vakuola.
Peran pada homeostasis
Homeostasis adalah kecenderungan beberapa
parameter fisiologi untuk dipertahankan pada suatu tingkat yang boleh
dikatakan konstan. Kebanyakan kajian tentang homeostasis
melibatkan
hewan; suhu tubuh burung dan mamalia merupakan contoh yang baik-sekali
untuk menjelaskan fenomena itu. Contoh yang baik pada tumbuhan ialah
konsentrasi berbagai senyawa dalam sitosol yang boleh dikatakan konstan,
misalnya konsentrasi ion hidrogen (pH). Vakuola memegang peran penting
dalam mempertahankan pH sitosol yang konstan itu. Kelebihan ion hidrogen
di sitosol akan dipompa masuk ke vakuola. Rasa masam yang tajam pada
jeruk karena konsentrasi aram sitrat yang tinggi di vakuola merupakan
contoh yang jelas. Vakuola yang demikian memiliki pH-sampai 3,0 padahal
pH sitosol di sekitarnya antara 7,0 dan 7,5 (mendekati netral). Asam
organik lain dipunyai oleh vakuola tumbuhan sekulen CAM (tumbuhan dengan
metabolisme asam Crassulaceae), yang menghasilkan asam pada malam hari
dan mengolahnya dalam fotosintesis pada siang hari. Kebanyakan vakuola
agak bersifat asam (pH = 5-6). Telah terbukti melalui percobaan bahwa
bila pH di sekitar sel tumbuhan berubah secara drastis, perubahan itu
terlihat pada pH vakuola, sedangkan pH sitosol tetap konstan. Ca2+ dan
ion fosfat akan meracuni sitoplasma bila konsentrasinya terlalu tinggi.
Vakubla menyerap kedua jenis ion ini, sehingga konsentrasinya dalam
sitosol selalu dipertahankan pada batas yang cocok – kadang 1000 kali
lebih rendah di sitosol daripada di vakuola. Diketahui bahwa kadang Ca2+
terperangkap di vakuola dalam bentuk kristal kalsium (RE mungkin
berperan dalam mengendalikan Ca2+ di sitosol). Fosfat dan nitrat adalah
contoh ion esensial yang disimpan dalam vakuola. Jika tingkat fosfat dan
nitrat di sitosol turun terlalu rendah, maka kedua ion ini keluar dari
vakuola dan masuk ke sitosol. Hal yang sama terjadi pula pada gula, asam
amino, dan banyak bahan cadangan lain. Jadi, barangkali vakuola memang
merupakan tempat penampungan, tapi sekaligus juga menjadi gudang.
Senyawa terlarut dalam vakuola menentukan sifat osmotiknya dan karena
itu juga menentukan sifat osmotik sitosol yang menyertainya (sitosol dan
vakuola selalu berimbang); inilah contoh lain peran vakuola dalam
homeostasis. Tapi, ada beberapa pengecualian. Senyawa tertentu seperti
prolin (suatu asam amino) muncul di dalam jaringan yang berada di bawah
keadaan rawan air atau rawan garam, tapi konsentrasi tinggi itu terjadi
di sitosol. Senyawa tersebut berfungsi melindungi enzim sitosol dari
lingkungan rawan air dan rawan garam itu. Maka, tepatlah bila senyawa
tersebut berada di sana.
Proses metabolik dalam vakuola
Beberapa
reaksi kimia pada sel hidup terjadi di vakuola. Misalnya, tahap akhir
sintesis etilen (suatu pengatur tumbuh berbentuk gas) sebagian besar
berlangsung pada tonoplas vakuola, dan bermacam perubahan bentuk gula
juga terjadi di sana. Beberapa metabolit sekunder yang tersimpan di
vakuola mengalami perubahan kimiawi pula di situ. Penemuan yang
dihasilkan selama beberapa tahun terakhir ini diperoleh melalui kajian
terhadap vakuola yang diisolasi.
Peroksisom
Mikrobodi adalah
kelompok organel yang terdapat dalam sitoplasma semua sel, bentuk kasar.
Ada beberapa jenis mikrobodi, tercakup didalamnya adalah lisosom,
tetapi peroksisom adalah paling umum.

Gbr. 1.8. Struktur Peroksisom
Peroksiom mengandung berbagai enzim.
Peroksisom mengandung enzim yang mentransfer hidrogen dari berbagai
substrat ke oksigen, yang menghasilkann hidrogen peroksida (H2O2)
sebagai produk samping, dari sinilah organel ini mengambil namanya.
Beberapa peroksisom menggunakan oksigen untuk memecah asam lemak menjadi
molekul lebih kecil yang dapat diangkut ke mitokondria sebagai bahan
bakar untuk respirasi sel. Peroksisom dalam hati menawarkan racun
alkohol dan senyawa berbahaya lainnya dengan mentransfer hidrogen ke
oksigen (H2O2) yang dibentuk oleh metabolisme peroksisom itu sendiri
beracun, tetapi organel ini mengandung suatu enzim yang mengubah H2O2
menjadi air berada pada ruang yang sama untuk enzim yang menghasilkan
hidrogen peroksida maupun enzim yang membuang senyawa beracun ini,
merupakan contoh lain bagaimana strukturt ruangan sel merupakan suatu
yang sangat penting bagi fungsinya.
Peroksisom khusus yang disebut
glioksisom ditemukan dalam jaringan penyimpann lemak dari biji tumbuhan.
Organel ini mengandung enzim yang mengawali menginisiasi pengubahan
asam lemak menjadi gula yang dapat digunakan oleh biji yang sedang
tumbuh sebagai sumber energi dan sumber karbon sampai biji tersebut
dapat menghasilkan gulanya sendiri dengan cara fotosintesis.
Tidak
seperti lisosom, peroksisom bukan tunas dari sistem endomembran.
Peroksisom ini tumbuh dengan cara menggabungkan protein dan lipid yang
dibuat dalam sitosol dan memperbanyak jumlahnya dengan mebelah dirinya
menjadi dua setelah mencapai ukuran terentu.
Plasmodesmata
Plasmodesmata (tunggal, plasmodesma) adalah saluran
kecil yang secara langsung menghubungkan sitoplasma pada dua sel
tumbuhan yang bertetangga. Seperti halnya gap junction pada sel hewan,
plasmodesmata, menembus dinding primer dan dinding sekunder sel (lihat
gambar 1.9), memungkinkan molekul tertentu untuk melintas secara
langsung dari satu sel ke sel lainnya dan dengan demikian penting dalam
komunikasi seluler.
Gbr. 1.9. Struktur Plasmodesmata
Kebanyakan plasmodesmata juga
memiliki struktur lorong seperti-tabung yang disebut desmotubul.
Desmotubul tidak sepenuhnya mengisi plasmodesma.
Nukleus
Nukleus
merupakan organel yang sangat istimewa yang bertindak sebagai pusat
informasi dan administrasi sel. Dua fungsi utama organel ini, yaitu
menyimpan bahan genetik atau DNA dan mengkoordinir aktivitas sel
termasuk pertumbuhan, metabolisme, sintesis protein dan reproduksi
(pembelahan sel).
Gbr. 1.10. Struktur Nukleus
Hanya organisme tingkat tinggi,
dikenal sebagai eukaryot, yang mempunyai nukleus. Umumnya mempunyai
hanya satu nukleus per sel. Organisme bersel-satu (prokaryot), seperti
bakteri, cyanobakteri, tidak berinti. Pada organisme ini, semua fungsi
informasi sel dan administrasi sel tersebar pada sitoplasma.
Nukleus
berbentuk bola, menempati sekitar 10% volume sel eukaryot, membuat salah
satu corak sel yang paling menonjol. Membran berlapis-ganda, salut
inti, memisahkan kandungan nukleus dari sitoplasma sel. Salut inti
dengan pori yang disebut pori inti memungkinkan molekul dengan sifat dan
ukuran tertentu melewatinya. Ia juga tergabung dengan retikulum
endoplasma, dimana sintesis protein terjadi.