Rabu, 01 Februari 2012

Peresmian Masjid di Amerika Tertunda Akibat Corat-Coret dan Pengrusakan



Di kegelapan Minggu malam (30/1/2012), pengacau memecahkan botol minuman keras, melemparkan batu dan menghancurkan jendela sebuah masjid di Chantilly--yang dibangun lebih dari sepuluh tahun dengan kerja keras, pengorbanan harta dan doa.

Jemaat Muslim Ahmadiyah masih terguncang Senin setelah mengetahui kerusakan di lokasi konstruksi. Kerugian ditaksir  bisa mencapai biaya hingga $ 60.000 untuk memperbaikinya (Sekitar 540 juta rupiah jika kurs 1 US$ adalah Rp. 9000,-). Para pengacau menyerang sebagian besar jendela kaca dan pintu di lantai pertama, dan bahkan dua jendela yang tinggi di lantai ke-dua.

"Ini adalah jenis kriminal pengrusakan agar kami bisa memperlihatkan kekesalan mereka," kata Usman Ghumman, sekretaris umum "Semua jendela hancur, dari luar ke arah dalam, dengan cara yang gila. Seperti seseorang yang berjalan dengan teratur (sistematis), mulai dari pintu ke pintu, untuk merusak  apa pun. "

"Hal ini lebih mengecewakan dibanding musibah kehilangan uang, bagaimanapun juga, Kenyataannya peresmian masjid harus tertunda. Kaca itu telah khusus dipesan dan sudah dibentuk sesuai bentuk jendela masjid, dan biaya antara $ 3.000 sampai $ 6.000 per jendela (Sekitar 27 juta - 54 juta rupiah jika kurs 1 US$ adalah Rp. 9000,-)," ungkap Ghumman.

Ini butuh waktu lama untuk memperbaiki dan menggantinya, bahkan jika asuransi (oleh kontraktor) memberikan biaya ganti rugi secara tepat waktu.

Ketika pekerja konstruksi --yang telah menempatkan waktu ekstra di hari minggu sehingga masjid bisa dibuka pada akhir Februari-- meninggalkan lokasi sekitar 16:30 (waktu setempat) pada hari Minggu sore. Saat itu bangunan masih dalam keadaan baik-baik saja. Ketika kru pekerja tiba di Senin pagi, pecahan kaca sudah ada di mana-mana. Kebanyakan  jendela di lantai pertama rusak. Kaleng Bir dan botol alkohol yang kosong berserakan di mana-mana "Sekira minuman keras itu cukup untuk 20 orang," kata Tariq Hassan, Teknik EMSI, perusahaan pembangun masjid.
 
Ghumman mengatakan pengacau tidak mencuri apa pun dari masjid, sehingga ia percaya bahwa mereka khusus ditargetkan untuk merusak, karena sebagian usaha pengrusakan itu adalah mencoret-coret (vandalisme) bangunan.

Sangat ironi, Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah kelompok yang mempromosikan perdamaian. Moto mereka adalah 'cinta kepada semua, kebencian tidak untuk siapapun.' "Walaupun komunitas (Jemaat Ahmadiyah) dianiaya di beberapa negara Islam karena beberapa keyakinan mereka, tetapi mereka berharap untuk tinggal dengan damai dalam sebuah komunitas di mana konstitusi mengatakan setiap orang bisa beribadah, dan bebas beragama," kata Ghumman.

Ghumman dan komunitasnya telah mengalami kekerasan berupa vandalisme dan pengrusakan sebelumnya. Enam atau tujuh tahun lalu, pengacau masuk ke sebuah masjid di daerah Washington DC dan menodai Al-Quran, katanya.

Pembangunan masjid baru ini berlokasi di dekat Westfields Boulevard (Virginia, Amerika Serikat) telah membangkitkan perlawanan dari lingkungan sekitar atas bagian tertentu dari proyek, misalnya mengenai ketinggian kubah. Setelah lebih dari sepuluh tahun dipersiapkan, meskipun, masyarakat akhirnya siap untuk membuka masjid, sementara direncanakan pada akhir Februari (2012).

Fairfax County polisi telah membaktikan waktudan personilnya untuk menemukan pelaku. Detektif menyelidiki bangunan, dan membawa anjing pelacak untuk mengendus di tempat tersebut. Penyelidikan masih dalam tahap awal,  penyidik diprioritaskan dari Stasiun Kabupaten Sully. Siapapun yang mempunyai informasi dapat menghubungi Serse Kriminal di 1-866-411-TIPS/8477.

Sedangkan untuk masyarakat masjid tersebut, mereka telah mengajukan klaim asuransi dan berniat mengajukan tuntutan terhadap siapa pun yang merusak daerah tersebut.
"Ketika hal-hal berjalan begitu baik, Anda pasti tidak mengharapkan musibah itu," kata Ghumman "Hal seperti itu  terlalu indah untuk jadi kenyataan. Kemudian tiba-tiba semua  ini terjadi. Ini menjadikan Anda kembali ke belakang (kami harus memulainya dari awal)"


------ berita asli ------

Mosque Opening on Hold After Vandals Trash Windows. Leaders of the Ahmadiyya Muslim community estimate tens of thousands of dollars worth of damage. By Mary C. Stachyra (mary.stachyra@patch.com) January 30, 2012
Under the cover of darkness Sunday night, vandals downed alcohol, threw rocks and smashed the windows—along with over a decade of hard work, financial sacrifices and prayers—of a Chantilly mosque.

The Ahmadiyya Muslim community was reeling Monday after learning of the destruction at the construction site, which leaders estimated could cost up to $60,000 to repair. The vandals took out most of the glass windows and doors on the first floor, and even two windows high on the second floor.

“It’s kind of devastating to see," said Usman Ghumman, the general secretary. "All the windows are smashed in, like in an insane way. Like somebody went systematically, door to door, to whatever’s reachable.”

More upsetting than the financial damage, however, is the fact that the mosque's opening will now have to be delayed. The glass was specially-ordered and shaped, and cost between $3,000 to $6,000 per window, Ghumman said. It will take a long time to order and replace it, even if the insurance covers the entire cost in a timely fashion.

When the construction workers—who had been putting extra hours in on the weekends so the mosque could open in late February—left the site around 4:30 p.m. on Sunday afternoon, the site was fine. When the morning crew arrived early Monday, shards of glass were everywhere. The majority of the windows on the first floor were broken. Beer cans and empty alcohol containers were strewn all over—"enough for 20 men," said Tariq Hassan, of EMSI Engineering, the company building the mosque.

Ghumman said the vandals did not steal anything from the mosque, so he believes that they were specifically targeted, due to the amount of effort it would have taken to vandalize the building.

The irony is the Ahmadiyya Muslim community promotes peace, he said. Their motto is "love for all, hatred for none." The community is persecuted in some Islamic countries because of some of their beliefs, but hoped to reside peacefully in "a community where the Constitution says every man is able to worship, and there's freedom of religion,” Ghumman said.

Ghumman and his community have experienced devastating vandalism before. Six or seven years ago, vandals broke into another mosque in the DC area and desecrated the Koran, he said.

The construction of the new mosque near Westfields Boulevard had evoked opposition from nearby neighborhoods over certain elements of the project, such as the height of the dome. After more than a decade of preparation, though, the community was finally ready to open the mosque, tentatively planned for the end of February.

Fairfax County police have dedicated considerable time and resources to finding the perpetrator or perpetrators. Detectives were investigating the site for a good portion of the day, and brought a dog to sniff over the area. The investigation is in early stages, but a priority for the officers at the Sully District Station. Anyone with information may contact Crime Solvers at 1-866-411-TIPS/8477.

As for the community, they have filed an insurance claim and intend to press charges against whoever vandalized the area.

“When things come along so well, you don’t expect it," Ghumman said. "Like it was too good to be true. Then all of a sudden something like this happens. It sets you back.”
-Sumber berita dan foto asli : http://centreville.patch.com/articles/mosque-opening-on-hold-after-vandals-trash-windows

-Sumber terjemahan berita : http://cinta-islam.web.id/

Derajat Muhammad Rasulullah saw




Nur akbar telah dianugrahkan kepada sesosok manusia yang sempurna, dan bukan kepada malaikat, bukan kepada bintang-bintang, bukan kepada bulan, bukan kepada matahari, bukan kepada samudra atau sungai, tidak juga kepada batu mirah, emerald, mutiara atau jamrut, singkatnya bukan kepada benda lain di bumi atau langit.

Nur tersebut hanya bagi wujud suci yang contoh kehidupannya demikian sempurna sebagai penghulu dan junjungan kita, Penghulu segala Nabi, Penghulu semua makhluk hidup, yang terpilih, Muhammad saw. Nur tersebut dikaruniakan kepada manusia suci ini dan sejalan dengan derajat mereka, juga kepada mereka yang memiliki warna yang mendekati sama dengan beliau. Keagungan demikian terdapat dalam bentuknya yang paling sempurna dalam wujud penghulu, junjungan dan pembimbing kita, yang suci Rasulullah Muhammad saw. sebagai insan yang terpilih. (Ayena Kamalati Islam, Qadian, Riyadh Hind Press, 1893; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 5, hal. 160-162, London, 1984).
* * *
Aku selama ini selalu menduga-duga sebenarnya berapa tingginya derajat Nabi dari bangsa Arab yang bernama Muhammad saw. ini. Tidak akan ada yang bisa mencapai ketinggian derajat beliau dan tidak ada manusia yang akan mampu menduga secara tepat keluhuran keruhanian beliau. Sayang sekali belum semua manusia mengakui hal itu sebagaimana mestinya. Beliau itulah pahlawan ruhani yang telah mengembalikan kepada dunia Ketauhidan Ilahi yang telah hilang. Beliau mencintai Tuhan-nya dengan sepenuh hati sedangkan hatinya luluh dalam kasih kepada umat manusia. Karena itulah maka Allah yang mengetahui isi hati beliau, telah mengangkatnya di atas semua Nabi-nabi dan umat manusia dari kelompok awal maupun kelompok akhir, serta menganugerahkan kepada beliau apa pun yang diinginkannya dalam masa hidupnya.
Beliau adalah sumber mata air semua keberkatan dan jika ada manusia yang mengaku dirinya lebih tinggi tanpa mengakui derajat beliau, sesungguhnya ia itu bukan manusia tetapi anak Syaitan. Beliau telah dikaruniakan kunci kepada semua keagungan dan beliau telah dirahmati dengan khazanah dari setiap pemahaman. Mereka yang tidak memperoleh bimbingan melalui beliau, sama dengan orang yang kehilangan segalanya.
Aku ini bukan apa-apa dan tidak memiliki apa pun. Aku akan menjadi orang yang tidak bersyukur jika aku tidak mengaku bahwa aku mendapat pemahaman tentang Ketauhidan Ilahi melalui Rasul ini. Dengan Nur beliau, pengakuan akan adanya wujud dari Tuhan yang Maha Hidup, aku peroleh melalui Rasul yang sempurna ini. Kehormatan untuk bisa berbicara dengan Allah swt. dimana aku bisa memandang Wujud-Nya adalah juga melalui Rasul akbar tersebut. Sinar dari matahari pembimbing ini menerpa tubuhku laiknya sinar surya dan aku akan memperoleh pencerahan terus menerus sepanjang aku tetap terarah kepadanya. (Haqiqatul Wahi, Qadian, Magazine Press, 1907; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 22, hal. 118-119, London, 1984).
* * *
Wahai kalian yang bermukim di muka bumi dan wahai jiwa semuanya yang ada di barat atau di timur, aku maklumkan secara tegas bahwa kebenaran haqiqi di dunia ini hanyalah Islam, Tuhan yang benar adalah Allah sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an, sedangkan Rasul yang memiliki hidup keruhanian yang abadi dan sekarang bertahta di atas singgasana keagungan dan kesucian adalah wujud terpilih Muhammad saw.

Bukti dari hidup keruhanian dan keluhuran keagungannya adalah dengan mengikuti dan mencintai beliau maka kita akan menjadi penerima dari Rohul Kudus dan akan dikaruniai berkat bisa bercakap dengan Tuhan dan menyaksikan tanda-tanda samawi. (Tiryaqul Qulub, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 15, hal. 141, London, 1984).
* * *
Manusia yang dalam wujud, perilaku dan sifat-sifatnya serta yang melalui fitrat keruhaniannya yang suci telah memberikan contoh kesempurnaan dalam ketulusan dan keteguhan, dan dikenal sebagai manusia yang sempurna adalah Hadzrat Muhammad saw. Manusia yang paling sempurna, baik sebagai manusia mau pun sebagai seorang Rasul, yang datang membawa berkat akbar, wujud siapa telah menimbulkan kebangkitan kembali keruhanian dan dengan demikian telah menghidupkan kembali dunia, Rasul yang berberkat itu, Khataman Nabiyin, penghulu para muttaqi, terbaik dari antara semua Rasul adalah Muhammad saw. Ya Allah, turunkanlah berkat dan rahmat yang belum pernah Engkau turunkan sebelumnya kepada siapa pun sejak awal masa dunia ini. Jika Rasul akbar ini tidak muncul di dunia maka kami tidak akan memiliki bukti kebenaran dari Rasul-rasul yang berada di bawah derajat beliau seperti Yunus, Ayub, Isa Ibnu Maryam, Maleakhi, Yahya, Zakaria dan lain-lain. Walaupun mereka itu semuanya adalah sosok-sosok orang yang dihormati dan menjadi kekasih Allah swt. namun mereka berhutang budi kepada Rasul akbar ini bahwa mereka kemudian diakui sebagai Nabi-nabi yang benar.
Ya Allah, turunkanlah berkat-Mu atas diri beliau dan para pengikut beliau serta para sahabat beliau. Semua puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. (Itmamul Hujjah, Gulzar Muhammadi Press, Lahore, 1311 H, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 8, hal. 308, London, 1984).
* * *
Kalau kita pertimbangkan secara adil maka dari semua rangkaian para Nabi, kita akan menemukan satu sosok yang paling gagah berani dan amat dikasihi Allah swt., penghulu segala Nabi, kebanggaan dan mahkota para Nabi yang bernama Muhammad Mustafa dan Ahmad Mujtaba. Jika seseorang berjalan di bawah naungan bayangan beliau selama sepuluh hari maka ia akan memperoleh Nur yang sebelumnya tidak akan pernah didapatnya dalam seribu tahun. Kami telah menemukan berbagai Nur dengan cara menteladani Nabi Suci ini dan siapa pun akan menemukan hal yang sama jika menteladani beliau, karena ia akan memperoleh keridhoan Allah swt. sehingga tidak ada sesuatu apa pun lagi yang tidak mungkin baginya. Allah yang Maha Hidup yang tersembunyi dari manusia, akan menjadi Tuhan-nya dan semua tuhan palsu akan diinjak-injak di bawah kakinya. Ia akan diberkati di mana-mana dan Kekuasaan Ilahi akan mengikutinya. Salam bagi mereka yang mengikuti bimbingan ini. (Siraj Munir, Ziaul Islam Press, Qadian, 1897, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 12, hal. 82-83, London, 1984).
* * *
Di bawah langit ini hanya ada satu Rasul dan hanya ada satu Kitab. Rasul itu adalah Hadzrat Muhammad saw. yang lebih luhur dan agung serta paling sempurna dibanding semua Rasul, beliau adalah Khataman Nabiyin, manusia yang terbaik dimana jika kita menteladaninya maka kita akan bertemu dengan Allah swt. dan semua tabir kegelapan akan terangkat serta kita akan bisa menyaksikan keselamatan haqiqi bahkan ketika masih di dunia ini.
Kitab tersebut adalah Al-Qur’an yang merangkum bimbingan yang benar dan sempurna, melalui mana manusia bisa memperoleh pengetahuan dan pemahaman Ilahi dan hati menjadi bersih dari segala kelemahan manusiawi serta diangkat kerak kebodohan, keacuhan dan keraguannya sehingga ia mampu mencapai tingkat kepastian yang paling sempurna. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 557-558, London, 1984).
* * *
Ada berjuta-juta manusia yang berfitrat bersih di dunia ini dan masih akan banyak pula ditemui di masa depan, namun manusia terbaik yang pernah ditemui serta hamba Allah yang paling mulia adalah Muhammad saw. saja.

Sesungguhnya Allah mengirimkan rahmat-Nya kepada Nabi ini dan para malaikat-Nya mendoakan dia. Hai orang-orang mukmin, kamu pun harus mengirimkan salawat atas dia, Nabi ini, dan sampaikanlah salam kepadanya dengan doa keselamatan”. (QS.Al-Ahzab:57).
Kita sementara tidak perhatikan orang-orang suci yang penjelasannya tidak terlalu lengkap di dalam Al-Qur’an. Kita konsentrasikan perhatian kepada para Rasul yang disebutkan di dalam Al-Qur’an seperti Musa, Daud, Isa dan Nabi-nabi lain, salam atas mereka semua. Kami bersumpah dengan memanggil Allah sebagai saksi bahwa jika Hadzrat Rasulullah saw. tidak turun di dunia ini dan Al-Qur’an tidak diwahyukan, dan kami tidak ada menyaksikan segala berkat yang telah kami saksikan, maka kebenaran dari semua Rasul-rasul lainnya akan tetap merupakan suatu hal yang meragukan di kalbu kami.
Tidak ada realitas yang bisa diungkapkan dari dongeng-dongeng yaqng beredar karena bisa jadi cerita itu tidak benar dan bisa saja semua mukjizat yang diakukan kepada masing-masing Rasul tersebut merupakan hal yang dilebih-lebihkan karena tidak ada tandanya yang tersisa di zaman ini. 
Dari Kitab-kitab lama tersebut kami pun tidak akan mungkin bisa meyakini secara pasti bahwa Tuhan itu benar ada, karena kami tidak diberi keyakinan bahwa Tuhan memang berbicara kepada manusia. Namun dengan kedatangan Hadzrat Rasulullah saw. maka semua cerita tersebut menjadi kenyataan. Kita tidak meyakininya semata-mata sebagai suatu pernyataan saja tetapi sebagai hasil pengalaman dari apa yang namanya berbicara dengan Tuhan, bagaimana tanda-tanda Tuhan dimanifestasikan dan bagaimana doa-doa dikabulkan. Semua hal ini telah kami temui karena menteladani Hadzrat Rasulullah saw. sedangkan apa yang diungkapkan orang-orang sebagai cerita, kami malah telah menyaksikannya. Kami telah melekatkan diri kami kepada seorang Rasul yang telah memanifestasikan Tuhan kepada kami.
Seorang penyair mengemukakannya sebagai:
Muhammad dari Arab, Raja dua dunia,
dengan perbatasan yang dijaga Rohul Kudus.
Aku tak kan menyebutnya Tuhan, namun
mengenali wujudnya adalah mengenal Tuhan.
 
Bagaimana caranya kami bisa bersyukur kepada Allah swt. yang telah mengaruniakan rezeki mulia untuk menjadi pengikut seorang Rasul yang menjadi matahari bagi kalbu manusia yang muttaqi sebagaimana laiknya sang surya bagi tubuh kita. Beliau muncul di saat kegelapan dan telah mencerahkan dunia dengan Nur beliau. Beliau tidak ada merasa lelah dan pegal sampai telah dibersihkannya jazirah Arab dari perbuatan menyekutukan Allah swt. Beliau adalah bukti dari kebenaran wujud beliau sendiri karena Nur beliau tetap kemilau di segala zaman, sedangkan kepatuhan sepenuhnya kepada beliau akan menyucikan seseorang sebagaimana air jernih sebuah sungai membersihkan kain yang kotor. Siapakah yang telah datang kepada kami dengan hati yang tulus dan masih juga belum menyaksikan Nur tersebut, padahal sebelumnya ia telah mengetuk di pintu yang sama tanpa hasil? Hanya saja sayangnya kebanyakan manusia lebih memilih kehidupan akhlak yang rendah dan tidak menginginkan adanya Nur masuk ke dalam batinnya. (Chasma Marifat, Qadian, Anwar Ahmadiyyah Press, 1908; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 23, hal. 301-303, London, 1984).
Sumber : http://ahmadiyya.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=94:derajat-muhammad-rasulullah-saw&catid=38:muhammad-saw&Itemid=55

Senin, 30 Januari 2012

Kata Mereka: Ahmadiyah adalah Islam Sejati

Kata Mereka: Ahmadiyah adalah Islam Sejati

“Ahmadiyah adalah Islam sejati dan Islam yang hakiki ini hanya bisa berkembang melalui Ahmadiyah ini. Saya baru melihat Islam yang sebenarnya melalui Ahmadiyah, dan sebelum ini saya tidak pernah melihat ajaran seperti ini ditampilkan oleh kelompok-kelompok Islam lainnya. Dan apa yang mereka tampilkan adalah persaudaraan sejati, keikhlasan dan pengkhidmatan insaniyyat. Semuanya merupakan asas kehidupan bermasyarakat yang paling penting sekali. Orang-orang Ahmadiyah adalah perwujudan dari slogan Love for all hatred for none. Semua mazhab atau agama harus mengambil teladan dari mereka ini. (Menteri Luar Negeri dari Benin (Afrika) Dr H. Alexander (seorang Kristen)


***
Sekarang saya akan mengemukakan beberapa kesan-kesan yang dikemukakan oleh beberapa orang tamu yang belum masuk ke dalam Jamaah Ahmadiyah, namun mereka ikut serta di dalam Jalsah kita ini karena mereka mempunyai hubungan erat dengan Ahmadiyah, mereka telah mendapat kesempatan untuk menghadiri Jalsah ini. Mereka terkesan oleh keterampilan dan dedikasi para petugas Jalsah dan juga sangat terkesan oleh suasana Jalsah yang mengagumkan. Demikian juga orang-orang Ahmadi yang baru pertama kali menghadiri Jalsah di sini sehingga menimbulkan perubahan dan kesan baru dan segar di dalam kehidupan mereka.

Pertama-tama seorang President of Carel Marck Party di Swedia bernama Roger Caliph, beliau berpidato di dalam Jalsah mengatakan: "Di Swedia sering saya menghadiri berbagai macam pertemuan selain pertemuan yang diselenggarakan oleh partai saya sendiri juga, saya sering menghadiri jalsah-jalsah atau convention juga, banyak orang-orang asing yang hadir di dalamnya, namun suasana kecintaan dan persahabatan diantara berbagai bangsa yang hadir dan bermacam ragam pakaian para peserta, tidak pernah saya lihat seperti disini, dan khasnya setelah mereka mengikuti acara begitu panjang dan lama, ketika mereka keluar dari markee tidak nampak seorang pun yang merasa letih atau lelah, saya lihat mereka bertemu satu-sama lain disetiap kesempatan dengan rasa cinta dan persahabatan yang sangat mengesankan sehingga perasaan lelah dan letih sama sekali tidak mempengaruhi mereka. Orang Swedia ini seorang politisi berumur 75 tahun mengatakan bahwa selama tiga hari saya menyaksikan suasana pergaulan yang sangat akrab dan saling mencintai sesama yang lain dan saya lihat di Jalsah Gah, satu waktu mereka berdiri bersama-sama dan satu waktu mereka duduk kemudian pergi dari sana bersama-sama pula. Selama 75 tahun saya tidak pernah menyaksikan dan menikmati pertemuan seperti ini, begitu akrab dan terasa hangatnya saling hormat-menghormati satu-sama lain.”


Sesudah itu seorang Professor dari Kazakistan, telah menulis bahwa pertemuan Jema’at Ahmadiyah ini telah berjaya, sukses menampilkan keindahan dan ketinggian ajaran Islam dan mengajarkan saling menghormati terhadap sesama pandangan dan ajaran agama atau mazhab lain. Dan usaha semacam ini tidak diragukan lagi akan memperoleh kejayaan. Semoga Allah swt memberi kemajuan dan kejayaan kepada Jema’at Ahmadiyah. Kami pertama kali datang kesini dan tidak terbayangkan sedikit pun bahwa kami akan disambut dan dihormati seperti ini, dan kami alami selama tiga hari disini.

Seorang proffessor lagi dari Kazakistan juga yang menulis katanya, “Saya sangat terkesan oleh ajaran Ahmadiyah dan ini merupakan langkah pertama bagi saya. Dan saya sudah ketahui ajaran-ajaran Ahmadiyyah ini yang betul-betul menanamkan simpati insaniyyat, aman-damai, dan saling hormat-menghormati satu sama lain dan menaruh rasa hormat terhadap semua para Anbiya. Mereka siap mengemban tugas untuk menyampaikan amanat itu ke segenap penjuru dunia. Dengan menghadiri Jalsah Salanah ini nampaklah bahwa dalam pandangan Jema’at Ahmadiyah menghargai semua makhluq dan menaruh simpati kepada mereka adalah perkara yang penting sekali. Dari pembicaraan dengan para delegasi dari berbagai negara, saya mengetahui bahwa Jema’at Ahmadiyah banyak membantu negara-negara miskin di dunia yang sangat memerlukan bantuan dalam pembangunan sekolah, hospital, perpustakaan dan sarana-sarana umum lainnya. Dan bantuan seperti itu semua sangat penting sekali. Saya menyaksikan keindahan akhlaq mereka merupakan hal yang sangat istimewa sekali. Orang-orang Ahmadi yang datang dari berbagai negara untuk menghadiri Jalsah Salanah ini sangat memahmi ajaran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dan aktif mengamalkannya. Dan kami menyadari bahwa melayani dan mengkhidmati puluhan ribu orang tamu adalah pekerjaan yang sangat susah sekali. Sedangkan mereka yang melaksanakan tugas di dalam Jalsah Salanah ini hanya mengharapkan keridhaan dari Tuhan mereka.”

Demikianlah pandangan seorang tamu ini yang harus selalu diingat, bahwa semua para petugas Jalsah Salanah mengkhidmati para tamu semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Selain itu seorang perempuan dari Kazakistan menyampaikan pernyataannya, “Perangai dan perilaku orang-orang yang melayani kami sebagai tamu demikian baiknya seakan-akan kami ini tamu-tamu yang telah lama mereka tunggu-tunggu kedatangan kami. Keadaan dan keperluan-keperluan kami sangat diperhatikan oleh mereka. Kami dengan hati ikhlas mendo’akan untuk kemajuan Jema’at Ahmadiyah ini dan semoga ajaran hakikinya berkembang dengan pesat hingga menembus kota-kota dan kampung-kampung di seluruh pelosok dunia.”

Seorang Menteri Luar Negeri dari Benin (Afrika) Dr H. Alexander (seorang Kristen), di waktu saya mengunjungi negaranya beliau ini sengaja datang menyambut saya, dan sejak itulah terjadi persahabatan yang akrab dengan beliau. Beliau menulis: “Ahmadiyah adalah Islam sejati dan Islam yang hakiki ini hanya bisa berkembang melalui Ahmadiyah ini. Saya baru melihat Islam yang sebenarnya melalui Ahmadiyah, dan sebelum ini saya tidak pernah melihat ajaran seperti ini ditampilkan oleh kelompok-kelompok Islam lainnya. Dan apa yang mereka tampilkan adalah persaudaraan sejati, keikhlasan dan pengkhidmatan insaniyyat. Semuanya merupakan asas kehidupan bermasyarakat yang paling penting sekali. Orang-orang Ahmadiyah adalah perwujudan dari slogan Love for all hatred for none. Semua mazhab atau agama harus mengambil teladan dari mereka ini. Mula-mula saya tidak yakin bahwa jumlah peserta Jalsah mencapai tigapuluh ribu atau lebih, tetapi setelah saya menyaksikan sendiri, keadaannya betul-betul sangat mengagumkan. Melayani puluhan ribu tamu, makan-minumnya, akomodasinya, dan segala jenis keperluan mereka bukan pekerjaan yang mudah. Mereka telah menunjukkan pengkhidmatan yang sangat luar biasa dengan air muka ceria, ramah-tamah dan sangat sopan-santun terhadap sesama seakan-akan mereka ini bukan makhluk biasa melainkan para malaikat telah turun dari langit dan tinggal di atas bumi ini. Dalam pengaturan pelayanan diikut sertakan anak-anak kecil juga yang nampaknya sudah dilatih dengan cermat sehingga mereka sangat lucu dan manis dalam mengkidmati dan melayani para tamu. Alangkah baiknya jika keadaan anak-anak seperti ini juga terdapat di negara kami Benin, sehingga manusia akan mengenang mereka sepanjang hayat. Saya menyaksikan suatu kelompok para pemuda Ahmadiyah yang sangat bersahabat dan giat menciptakan suasana aman damai, keadaan seperti ini tidak terdapat dinegara kami Benin. ”Beliau menulis lagi: “Pada detik-detik bai’at Internasional dan mendengar pidato penutupan dari Huzur, saya menyaksikan dunia telah berubah (padahal beliau seorang Kristen) dan saya berharap semoga Islam ditakirkan menjadi agama kami semua dan menjadi sarana hidayah bagi kami. Di waktu bai’at Internasional saya menyaksikan orang-orang menangis sambil menyapu air mata yang bercucuran membasahi muka mereka. Saya merasakan ada sesuatu sedang turun dari langit kepada mereka dan kami pun termasuk di antara mereka. Saya ingin cepat kembali ke negeri saya Benin dan memberi tahu kepada orang-orang di negeri saya bahwa hanya Ahmadiyah-lah yang bisa menjadi tempat bernaung bagi manusia untuk menjalani kehidupan aman damai didunia. Kehidupan yang aman tenteram tidak ada rasa takut di dalamnya dan dari segi lain Jema’at inilah yang bisa menjalin kita dengan Tuhan. Hamba Allah yang benar apabila berjalan menyampaikan amanat kebenaran kepada manusia pasti banyak manusia yang menentang dan merintanginya. Akan tetapi apabila saya sudah sampai kembali kenegeri saya Benin maka tidak akan ada masalah bagi Jema’at di sana. Akhirnya beliau berkata kepada saya: “Di Benin juga sudah ada anak Tuan.”

Dari Siera Leone (Afrika Timur) Chief Justice Abdullah Shiekh Fuhana menulis: “Jalsah Salanah yang sangat luar biasa ini akan selalu menjadi kenangan bagi kami. Banyak tamu datang dari berbagai negara yang berlaku seperti saudara kandung sendiri, sama-sama menunaikan sembahyang dan sama-sama berdo’a untuk kemajuan Islam.”

Seorang Gubernur dari Burkina Faso telah menulis: “Saya yang lemah ini telah datang menghadiri Jalsah ini sebagai wakil dari negeri saya dan saya menyatakan rasa penuh simpati kepada Pemimpin Jema’at Ahmadiyah. Di dalam Jalsah ini tidak ragu lagi saya telah menyaksikan berbagai macam bangsa di dunia dan telah duduk bersama-sama di dalam Jalsah ini. Semua sangat menghormati hak sesama insan. Di dalam Jalsah yang sedang berlangsung ini tidak ada sebarang perbedaan ras atau keturunan dan bangsa, semua menjadi satu. Motto Ahmadiyah “ Love for all hatred for none” sangat jelas sekali tengah mereka amalkan. Hendaknya bangsa-bangsa di seluruh dunia mengambil faedah dan mengambil contoh dari motto tersebut. Jema’at Ahmadiyah yang dipandang dengan hormat dan kebesaran diseluruh negeri kami, dalam tempo hanya dua puluh tahun saja Jema’at Ahmadiyah telah menawan hati rakyat Burkina Faso sampai ke pelosok-pelosok negeri. Kami telah mengenal betul Ahmadiyah ini mengkhidmati insaniyat tanpa pilih keturunan, kepercayaan, dan warna kulit. Jema’at Ahmadiyah bukan hanya menyediakan santapan ruhani belaka bahkan setiap keperluan jasmani manusia juga, dan dalam menyediakannya senantiasa berdiri dibaris paling depan. Karena Ahmadiyah telah banyak membantu menyediakan sarana pendidikan, sarana air minum, sarana kesehatan yang sangat baik sekali maka pada kesempatan Hari Kebangsaan Kepala Negara Burkina Faso telah menganugerahkan medali mas sebagai penghargaan kepada Jema’at Ahmadiyah.”

Sesungguhnya kita berkhidmat kepada siapa pun dan di mana pun bukan untuk memperoleh suatu penghargaan melainkan demi kepentingan kemanusiaan. Demikianlah perasaan hati para pengkhidmat dan para petugas Jalsah Salanah juga.

Setelah itu Mrs Ibrahim Jama Garba seorang Niger dari Miami mengatakan: “Saya sangat terkesan oleh motto “Love for all hatred for none” saya menyaksikan semua orang Ahmadi tua-muda besar-kecil mempunyai perilaku yang sama terhadap semua pendatang dari berbagai tempat di dunia yang terdiri dari berbagai jenis bangsa, agama dan warna kulit mereka. Mereka memperlihatkan kecintaan kepada semua. Kami merasa sangat terkesan oleh perhatian dan pelayanan mereka yang sangat baik kepada kami yang tidak mungkin bisa kami lupakan sepanjang hidup kami.

Seorang Ahmadi dari Amerika bernama Nuruddin Sahib mengatakan; Saya pertama kali datang menghadiri Jalsah disini, melihat perilaku sangat baik dan menyenangkan dari para petugas tidak kuasa menahan air mata bercucuran. Dan saya pun mulai menangis karena sangat terharu mengenang kepada kebaikan Tuhan yang luar biasa ini. Saya berjanji tidak lama lagi akan menulis sebuah buku tentang pengalaman yang saya saksikan dan peroleh di sini. Lidah saya tidak kuasa untuk menguraikan apa yang terkandung di dalam perasaan hati saya. Sebab mengungkapkan kemurahan, kasih sayang dan rahmat Tuhan merupakan pekerjaan yang sungguh sulit sekali. Saya ingin kembali ke Amerika setelah banyak meminum air ruhani, saya akan bertobat dari semua dosa dan akan saya tinggalkan semua keburukan saya, dan saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menyampaikan amanat Hazrat Rasulullah saw dan Guhlam Sadiq beliau, Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada orang lain.”

Honorable Mrs Soad Rujuk, Muslimah Member of Parlement Belgium dan beliau berasal dari keturunan Arab Moroko, beliau telah memberi sambutan juga di dalam Jalsah ini, mengatakan; “Menghadiri Jalsah ini merupakan pengalaman pertama yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, saya duduk berdampingan dengan Hazrat Begum Sahibah dan beliau menjelaskan kepada saya tentang wafat Nabi Isa a.s., mengenai kemuliaan dan keagungan Hazrat Rasulullah saw dan mengenai kedatangan Hazrat Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s dan tentang Jema’at Ahmadiyah, lebih kurang setengah jam saya mendengar penjelasan dari beliau. Sesudah itu saya dipertemukan dengan seorang muballigh dan saya duduk dekat beliau. Beliau memberi penjelasan demikian meresapnya di dalam pikiran saya sehingga hati dan pikiran saya sudah berobah total. Karena saya ingin mendapat penjelasan lebih lanjut tentang Imam Mahdi a.s. saya duduk sampai tengah malam mendengarkan penjelasan dari beliau. Setelah mengenal Ahmadiyah adalah Islam hakiki, saya telah mendapatkan kehidupan baru dari Allah swt. Melihat masa depan Ahmadiyah demikian cerah dan gamblang saya ingin terus mendapat penjelasan tentang Imam Mahdi dan Jema’at Ahmadiyah. Dan jika Tuhan menghendaki saya akan masuk ke dalam Jema’at Ahmadiyah. Dan bukan hanya saya saja yang akan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah melainkan semua saudara saya, Ibu bapak saya dan semua teman dan kerabat yang dekat dengan saya akan saya bawa sama-sama masuk ke dalam Jema’at Ahmadiyah ini. Ketika saya mendengar pidato penutupan Huzur yang berkaitan dengan orang-orang Ahmadi Bangsa Arab, Huzur mengatakan: “Kalian bangunlah!! Ini kewajiban kalian semua untuk menyampaikan amanat Hazrat Imam Mahdi a.s. dan pergilah ke Mekkah dan panjatkanlah banyak-banyak do’a di sana!” Pada waktu itu saya sangat terharu dan menangis sambil mencucurkan air mata yang tak tertahankan, sebab saya juga seorang perempuan asal bangsa Arab dan sehari sebelumnya Hazrat Begum Sahibah telah menjelaskan kepada saya tentang kebenaran Hazrat Imam Mahdi a.s. dan perlunya seorang Imam Zaman yang sangat mengesankan hati saya. Sekali pun di banyak negara orang-orang Ahmadiyah sedang diperlakukan dengan zalim dan biadab, namun saya berjanji pada Jalsah tahun depan saya akan datang kembali ke sini dan tidak akan sendirian melainkan dengan membawa para anggauta parlemen juga.”

Jadi hal itu semua merupakan karunia Allah swt dan merupakan buah dari tabligh secara diam-diam atau secara perorangan yang tidak nampak kepada orang lain. Banyak orang terkesan dengan menyaksikan suasana Jalsah disini merupakan tabligh juga, ada juga khuddam yang bertabligh secara perorangan terhadap supir bis bangsa Iran menjelaskan tentang wafat Nabi Isa a.s. dan tentang kedatangan Hazrat Masih Mau’ud a.s. semua ini merupakan kesempatan tabligh yang sangat baik sebagai karunia Allah swt dan natijahnya akan timbul setelah beberapa waktu kemudian.

Seorang perempuan Ahmadi mengatakan saya pertama kali menghadiri Jalsah disini dan perasaan serta kesan yang menguasai pikiran saya tidak bisa dizahirkan dengan kata-kata. Menyaksikan keagungan Jalsah ini, keindahannya, pengaturannya dan menyaksikan perangai serta perilaku para petugas yang menjalankan duty mereka dengan semangat dedikasi, serentak timbul pertanyaan di dalam hati saya : “Siapakah di dunia ini yang bisa melakukan pekerjaan seperti ini, siapa yang bisa melayani tamu yang jumlahnya begitu banyak, siapa yang bisa menghimpun puluhan ribu hati manusia menjadi satu, jawabannya hanya satu adalah Tangan Tuhan dan Tangan Dialah Yang kuasa untuk menanamkan kecintaan di dalam hati manusia. Dan Dialah Yang memberi kemudahan di dalam semua pekerjaan. Duduk di tengah-tengah para peserta Jalsah keadaan diri terasa berobah secara total dan timbul kesan yang sangat dalam dan kuat di dalam hati saya yang membangkitkan semangat iman. Badan saya terasa gemetar dan air mata pun tak tertahan mengalir membasahi muka saya. Rahmat Tuhan nampak turun di semua ufuk (penjuru), hati runduk merebah dan sujud di haribaan Tuhan Maha Kuasa, sambil memohon ampun dari segala dosa yang pernah saya lakukan, sehingga saya merasa bahwa jarak perjalanan menuju akhirat sudah terasa sangat dekat sekali.”

Seorang perempuan Ahmadi bernama Riza Begum Sahibah, menulis: “Pada acara akhir Jalsah Salanah, perasaan hati saya mengatakan, apabila saya sudah kembali ke Mesir, saya akan berkata sambil berteriak kepada orang-orang di sana: Hai ummat Rasulullah (saw) bangunlah dari tidur kalian, sekarang Imam Mahdi kalian sudah datang dan tanda-tanda akhir zaman sudah zahir semuanya dan cepatlah bangkit untuk menyelidiki kebenarannya.”

Seorang perempuan bernama Azizah Amano Ode Sahibah mengatakan, saya baru pertama kali menghadiri Jalsah ini, saya sangat terkesan dan sangat merasa heran menyaksikan bagaimana mengatur tamu begitu banyak dalam satu waktu dilayani dan dikhidmati dengan baik dan teratur sekali.”

Muflih Audah berkata: “Liputan Jalsah Salanah sangat baik sekali dan saya sangat terkesan oleh pelayanan dan kebaikan dari para petugas Jalsah, sungguh menakjubkan. Semua pertanyaan yang timbul di dalam benak saya sepanjang tahun telah terjawab semua setelah saya mengikuti semua acara Jalsah Salanah ini.”

Ibrahim Kazak Sahib berkata: “Saya merasa Jalsah ini telah berlangsung sangat istimewa sekali bagi Bangsa-bangsa Arab, sehingga semua kebohongan dan tipu daya mereka akan zahir dan akhirnya insya Allah orang-orang Arab secara berbondong-bondong akan menggabungkan diri dengan Jema’at Ahmadiyah laksana sebuah bendungan telah terbongkar dan runtuh. Kecongkakan dan kesombongan para penentang akan dipatahkan. Dan tidak lama lagi masanya bendera Imam Mahdi akan berkibar dengan megah di seluruh dataran negeri Arab. Dan ilham dari Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini : ??????????? ????????? ????????? ?? ????????? ???????? Yusolluna ‘alaihal arab wa abdalusy syam Mereka akan menyampaikan selawat kepadanya dan juga para tokoh agama negeri Syam. akan segera sempurna dengan cemerlang dan semarak.

Banyak sekali surat-surat khasnya dari negara-negara Arab telah diterima yang isinya menyampaikan ucapan tahniyah atau selamat dan mubarak atas berlangsungnya Jalsah Salanah dengan penuh suksess, sehingga zahir sekali bahwa karunia Allah swt telah turun secara khas di atas Jalsah Salanah ini. Disini telah berhimpun berbagai jenis bangsa dan para hamba sahaya Hazrat Masih dan Mahdi a.s. sibuk berusaha demi meningkatkan keruhanian mereka. Dan mereka sedang berderap maju dengan semangat keruhanian baru. Pesan dan kesan serta ucapan selamat dan mubarak berdatangan dari setiap penjuru dunia sangat banyak sekali jumlahnya, sangat menggugah perasaan dan mengharukan sehingga tidak mungkin bisa dizahirkan secara lisan. Sesuai dengan janji Allah swt kecintaan dan cinta kasih terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah ditanamkan di dalam hati para pengikut beliau a.s. yang pada zaman sekarang ini tidak ada duanya di seluruh dunia. Dan selain kepada beliau mereka sangat mencintai Khilafat juga. Semoga Allah swt meningkatkan terus keikhlasan dan kecintaan ini di dalam hati kita semua. Dan semoga rasa syukur terhadap nikmat-nikmt Allah swt lebih nampak dari masa sebelumnya. Dan semoga pusat kecintaan kita semua terletak pada Zat Allah swt. Untuk itu semua semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita, Amin !!

sumber: tamanjati.blogspot.com

Kamis, 19 Januari 2012

APAKAH AHMADIYAH ITU ?

Jemaat Ahmadiyah adalah suatu Organisasi Islam yang didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. pada tahun 1889, atas perintah Allah Ta’ala. Ahmadiyah bukanlah suatu agama. Agamanya adalah ISLAM. Jemaat Ahmadiyah menjunjung tinggi Kalimah Syahadat “Laa ilaha Illallah, Muhammadur-rasulullah“. Jemaat Ahmadiyah bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah rasul Allah.

Jemaat Ahmadiyah menjunjung tinggi kitab suci Al-Quran sebagai Kitab Syariat terakhir yang paling sempurna, hingga kiamat.

Jemaat Ahmadiyah menjunjung tinggi Sayyidina Muhammad Mustafa Rasulullah shallallahu alaihi wa’aalihi wassallam sebagai Khataman-nabiyyiyn yang merupakan penghulu dari sekalian nabi dan nabi yang paling mulia. Beliau adalah nabi pembawa syariat terakhir. Penutup pintu kenabian tasyri’i. Tidak ada lagi nabi pembawa syariat baru sesudah Rasulullah saw.
Nama Ahmadiyah berasal dari nama sifat Rasulullah saw. — Ahmad (yang terpuji). Yakni yang menggambarkan suatu keindahan/kelembutan. Zaman sekarang ini adalah zaman penyebar-luasan amanat yang diemban Rasulullah saw. dan merupakan zaman penyiaran sanjungan pujian terhadap Allah Ta’ala. Era penampakkan sifat Ahmadiyah Rasulullah saw.. (Da’watul Amir, M.Bashiruddin Mahmud Ahmad, edisi terj.Bhs.Indonesia, 1989,h.2)
Tujuan Jemaat Ahmadiyah adalah Yuhyiddiyna wayuqiymus-syariah. Menghidupkan kembali agama Islam, dan menegakkan kembali Syariat Qur’aniah.

Dalam arti yang lebih mendalam adalah untuk menghimbau ummat manusia kepada Allah Ta’ala dengan memperkenalkan mereka sosok sejati Rasulullah saw., dan menciptakan perdamaian serta persatuan antar berbagai kalangan manusia. Ahmadiyah berusaha menghapuskan segala kendala yang timbul karena perbedaan ras dan warna kulit sehingga umat manusia dapat bersatu dan mengupayakan perdamaian semesta.

Kami beriman bahwa Allah itu Mahaesa dan tidak mempunyai sekutu dalam zat-Nya maupun dalam sifat-sifat-Nya, dan tidak dilahirkan maupun melahirkan. Dia bebas dari segala jenis kekurangan dan kelemahan dan sempurna di dalam segala sifat-Nya. Dia mengabulkan doa-doa para hamba-Nya dan membantu mereka dalam memenuhi segala keperluan mereka. Nikmat-nikmat-Nya, baik secara materi ataupun rohani, tidak terbatas, dan tidak hanya dilimpahkan kepada suatu bangsa atau kaum tertentu. Jemaat Ahmadiyah menganggap sebagai kewajibannya untuk mengimbau umat manusia menerima Tauhid Ilahi, sebab, penerimaan Tauhid Ilahi dapat mewujudkan perdamaian dan persatuan diantara umat manusia.

Kami percaya bahwa semua agama besar pada awalnya mempunyai landasan kebenaran dan masih mengandung banyak nilai keindahan. Kami menolak dan menyangkal sikap yang menyatakan bahwa tidak ada agama selain agamanya sendiri yang mengandung suatu kebenaran atau nilai keindahan. Kendatipun demikian, kami menganggap sebagai kewajiban kami untuk mengumandangkan bahwasanya Islam mengandung tuntunan Samawi dengan bentuknya yang utuh dan sempurna guna membimbing umat manusia mencapai hubungan kedekatan dengan Allah Ta’ala.

Kami menjunjung tinggi kebebasan suara hati lebih dari segala kemerdekaan dan sebagai hak-hidup setiap makhluk manusia. Kami memandang tidak ada dosa yang begitu keji seperti tindakan paksa atau kekerasan dalam urusan agama. Kami memandang haram untuk berperang atau memerangi pemerintah atau bangsa yang memberi kemerdekaan penuh kepada penyuaraan kata hati dan agama orang-orang yang menghuni wilayah-wilayahnya. Kami memandang orang-orang Islam yang mensahkan perang disebabkan perbedaan dalam urusan agama adalah sebagai kesalahan besar dalam memegang akidah yang sama-sekali tidak sesuai dengan jiwa agama Islam yang hakiki ini.
Kami menganggap sebagai kewajiban agama yang pokok untuk mentaati sepenuhnya undang-undang dan peraturan pemerintah tempat kami bernaung. Kami memandang pemberontakan dan pembangkangan terhadap pemerintah yang berkuasa sebagai sesuatu yang sama-sekali tidak dibenarkan dan bertentangan dengan ajaran Islam. Kami memegang prinsip ini dengan seteguh-teguhnya dimana pun kami berada.

Kami percaya bahwa janji Tuhan yang diberikan-Nya kepada umat manusia melalui semua agama besar mengenai turunnya seorang nabi di akhir zaman telah menjadi kenyataan di dalam diri Hz.Mirza Ghulam Ahmad as., pendiri Jemaat Ahmadiyah. Beliau adalah Almasih yang ditunggu-tunggu oleh umat Kristen; Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam; dan Krishna yang dinanti-nantikan oleh umat Hindu. (Dikutip dari: Akidah Dan Tujuan Jemaat Ahmadiyah; Suvenir Peringatan Seabad Gerhana Bulan & Gerhana Matahari 1894-1994, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1994, h.46-47).

Sumber (http://www.alislam.org/indonesia/latar.html)

Popular Posts

Tukeran Link

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons