Senin, 06 Februari 2012

Korban Tragedi Cikeusik masih Trauma

Garis polisi dipasang dekat bangkai mobil milik anggota jemaah Ahmadiyah yang dibakar warga dalam bentrokan di Kampung Babakan Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. FOTO : Nivell Rayda/JAKARTA GLOBE


Sampai sekarang proses hukum tidak menjangkau para pelaku tragedi Cikeusik.

Satu tahun sejak peristiwa berdarah Cikeusik, Ahmad Masihuddin, salah satu korban yang selamat dari serangan terhadap jemaat Ahmadiyah di wilayah itu 6 Februari 2011 mengaku belum sembuh betul.

"Saya masih vertigo, otak bagian belakang trauma. Dokter juga sudah  menyerah ketika saraf mata kanan saya mengalami gangguan, akibatnya  penglihatan saya berbintik," kata Ahmad kepada Beritasatu.com, hari ini.

Ketika itu, 19 orang jemaat Ahmadiyah Cikeusik diserang ribuan orang yang datang dari sekitar Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tiga orang meninggal setelah dibantai, dan lima luka serius termasuk Ahmad.

Tidak hanya penderitaan fisik, Ahmad juga mengaku tersiksa rasa keadilannya.

"Saya masih kecewa, masih banyak orang yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, membacok saya, membunuh teman-teman saya. Tapi tidak ada pelakunya yang disidangkan," sambungnya lagi.

"Saya hanya minta agar keadilan ditegakkan, jangan lupakan kasus ini dan jangan sampai terulang lagi."

 Salah seorang korban lain, Bebi, juga mengaku kecewa terhadap aparat  keamanan yang tidak berbuat apa-apa ketika kelompoknya diserang.

"Waktu kejadian saya lihat dengan mata kepala sendiri, karena saya paling depan. Ketika massa datang mobil polisi hilang semua. Padahal awalnya ada dua mobil dalmas (pengendali massa) Polda Banten," katanya.

"Tidak ada usaha menghalau massa. Saya jadi berpikir apakah polisi juga terlibat?" ujarnya lagi.

Menurut Muhammad Isnur, staf penelitian dan pengembangan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, ada tiga orang anggota polisi Cikeusik yang  sudah dijadikan tersangka dan kasusnya telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Mereka adalah Bripka TB Ade Sumardi, Ahyudin Kasaputra, dan Bripka Subandri Sutiana.

"Mereka melakukan pembiaran hingga hilangnya nyawa, Bukannya menolong korban tapi malah asik nongkrong dan merokok," jelas Isnur.

Namun pada pertengahan Oktober 2011, Kejaksaan Tinggi Banten mengembalikan  berkas ketiganya ke Polda Banten karena terdapat kekurangan materi.

"Sampai saat ini tidak jelas bagaimana proses hukumnya. Kenapa tidak  segera disidangkan. Apa karena tidak ada tuntutan dari masyarakat?"  lanjutnya.


Tweet pak @dedensujana tanggal 6 februari 2012


1. Jam 6.15 kami memasuki kota pendegelang #Cikeusik Trial
2.Kami berhenti pd sebuah warung yg kebetulan baru buka untk menanyakan dimana Desa Cibaliung-Cikeusik krn sdh 4 jam dr serang blm jg sampai
Tepat jam 8 kami tiba disebuah desa yg tenang ,sejuk serta udara yg segar bernama desa cibaliung kec Cikeusik
#Cikeusik Trial
Setibanya di rumah pak suparman Kami serombongan disambut oleh 3 orang pemuda, yg salah seorang adik pak suparman, dan seorang ibu kira2 berumur 60 tahun yang menawarkan kopi dan nasi panas berikut sayur bening untuk sarapan
3. Setelah sarapan dan berbincang bincang dengan beberapa kawan, jam 9 kurang datanglah 2 orang anggota polisi berpakaian sipil, yg salah satunya mengaku bernama "H" kasat intel Polsek Cikeusik
4. Kami berbincang lama dengan pak H, berdialog tentang kondisi Ahamdiyah di Cikeusik serta isue2 aliran Garis keras yg ingin merusak tatanan negara, dan issue penyerangan rumah Pak Suparman
5. Sepulangnya *H* datanglah 2 truk Polisi Dalmas berhenti beberapa saat tepat di dpn rmh pak Suparman yg sebetulnya membuat kami tenang krn merasa Polisi sdh melindungi
6. Tanpa diduga ternyata truk Dalmas Polisi meninggalkan lokasi, timbul firasat sy ada yg tdk beres..setelah sy melihat *H* berbincang dgn supirnya
7. Sy mengumpulkan kawan2 utk memberikan pernyataan jk sampai ada kejadian yg TERBURUK dan kami berdoa bersama ,menyerahkan sepenuhnya kepd Allah SWT
8. Kira2 jam 11 kurang tanpa diduga ratusan org dgn beringas mendekati rmh Suparman dgn tereakan 'Allahu Akbar, Kafir, sesat'
9. Sy berusaha tenang tp tp sy lihat penyerang sdh msk ke pekarangan rmh dan mendorog polisi (kapolsek) sambil merengsek maju dgn beringas

10. Sy keluar rumh dan berkata pd kawan2 mari kt pertahankan demi Allah Taala sambil sy berlari dan memukul penyerang yg paling depan
11. Sebuah pukulan sy tepat mengenai dagu pemimpin penyerang dan mereka langsung mundur sejenak sambil mengeluarkan golok
12. Kami semua tdk ada yg menyangka rupanya mereka sdh mempersiapkan senjata tajam di badan2 mereka, penyerang2 yg mengeluarkan golok kami hadapi dng batu, ketepel dan kayu seadanya
13. Sy lihat makin banyak yg datang dari segala arah sambil berteriak Allahu Akbar ,kafir sesat dan serbu ,serta paehan (bunuh)
14. Masa yg sy perkirakan ribuan tdk berimbang dengn kami yg hanya 20 org khudam (pemuda) #Ahmadiyah yg terus mundur sedikit demi sedikit krn ratusan batu beterbangan ke arah kami
15. Setelah sy perkirakan bahwa jika tdk mundur akan banyak korban dr khudam #Ahmadiyah, krn mereka semua menunngu perintah sy sambil terus meleparkan batu dan menahan hujan batu dr penyerang
16. sy berteriak ke mereka, keluar2 & lari secepatnya, Alm (Rony,Warsono,Chandra) lari kluar dr rumah sy mengikuti dngn didampingi Ferdiaz
17. Ferdiaz khudam Muklis (baik hati) yg sejak kedatangan di Serang tdk ingin jauh dr sy, baru sy sadari bahwa beliau ingin terus mendampingi sy sampai kapanpun dan apapun yg terjadi@diazfareed
19. Para penyerang terus mengejar sy dan sebagian menghancurkan rmh, mobi, sy lari ke belakang rumah pak Suparman dgn dihujani ratusan batu dan sabetan golok berseliweran di dpn muka dan badan sy
20. Ternyata ada sedikit muzizat yg diberikan Tuhan saat itu :tdk 1 pun batu dan puluhan golok yg mengenai badan sy sampai akhirnya sy terjerembab msk lumpur
21. Pd saat kedua kaki sy msk kelmpur & susah utk berlari dan hanya bs bersender pd sebuah pohon, tiba2 dr dpn sy seseorang membacokan golok
22. akhirnya tngn knan sy refleks menangkis golok yg datang begitu cepat & kencng utk melindungi kepala..Kraaak..kraaak begitu kergolok..
23. Begitu golok menghamtam tangan sampai tembus ke kepala, sy dengan sisa kekuatan menarik kaki kiri & langsung menendanga si pembacok tsb
24. Bgitu tendangn kaki kiri sy mengenai tubhnya dan dia langsung terjtuh tanpa diduga dr seblah kiri ada seseorang yg membacok kaki kiri sy
25. Tangan kanan sy sdh "ngeplek hampir copot" sy pegangi dgn tangan kiri sy yg sebelumnya sy sempat memukul org yg membacok kakikkiri sy
26. Darah deras mengalir dri kepala kaki terutama tangan kanan sy yg tinggl 2 cm lg sisanya, tenga sdh tdk ada darah bnyk keluar akhirnya..
27. Tubuh sy jatuh tersungkur sudh tdk ada tenaga dan darah trus mengucur terutama dr tangan & kepala..sy terus BERDOA krn hanya itu yg ada
28. Berdoa memasrahkan diri Kepada Allah SWT, terakhir sy berdoa dgn bhs sendiri : "Allah Berkuasa Atas Segala Sesuatu", tanpa diduga..
29. Seseorang meniduri (meniban) sy sambil berkata pak Den Berdoa saja mari kita Mati Berdua, suara tsb sy ingat suara Ferdiaz @diazfareed
30. sy tdk menjawab krn sy lengsung mendengar bacokan yg dihantam ke Punggung Diaz..kraaaak..bug..buug..bug, pukulan kayu & balok ber tubi2
31. sy lihat Beby terus mempertahankan diri dgn terus melawan dari hantaman kayu balok, batu & akhirnya Beby jatuh tepat dikepala sy..
31. Beby jatuh terduduk sehingga pahanya menutupi wajah sy & terus dihujani dgn pukulan, kayu, batu, sy lihat Beby begitu tegar menghdapinya
32. Tdk ada keluar kata2 dr Beby n Diaz utk minta ampun atau pertolngan ,merka berdua dgn tabah & tenang terus mnerima pukuln yg luar biasa
33. Kurang lebih 10 menit Beby & Diaz dihujani puklan tnpa sy sadari eserta ntah olh siapa kami ber 3 ada yg menarik dilarikn secepat kilat
34. Kami ber 3 tiba2 sdh dimasukan ke dlm Mobil Ford Ranger milik Polisi, dgn dtemani 2 org Pilisi (yg 1 menyupir) dan Pak Mubalig Rohim ,
35. Masa yg sdh ribuan terus mengejar mobil yg kami tumpangi & Alhamdulillah Polisi melarikan mobilnya dgn cepat walaupun jalan sangat Jelek
36. Sy sdh tdk memperhatikan tangan lagi tp hanya memegangi dgn tangan kiri agar tdk lepas, yg sy perhatikan Beby yg MUKAnya sdh Hancur...
37. Beby sempat muntah darah sebanyak 3 kali, sy hanya bisa berucap..Berdoa..Berdoa Beb..Allah Taala bersma kita.& kemudian sy liht Ferdiaz
38. Sy panggil Diaz, gimna kamu.. dia jawab sehat, lalu sy bilang tolong selamtkan HP sy ,kl ada apa2 buang, ada SMS penting, ..Siap Pak Den
39. Sy tanya ke Polisi mau dibwa kemna kami ini setelah sy lihat kerumunan masa sdh jauh, Polisi bilang ke Puskesmas Malingping itu yg dekat
40. brp menit lagi sampai, polisi bilang kurang lebih 1 jam, sy pasrah dan terus berdoa tdk putus2 serta memberi semangat pd Beby agar tabah
41. Tiba di Puskesmas Malingping tangan kanan sy dijahit seadanya agar tdk lepas & disarakan secepatnya hrs ke RS Sari Asih dgn Ambulance
42. Kurang lbh 20 mnt kemudian datang 2 Ambulance milik Pemda mengangkat kami ber 3, Beby dgn Ambulance sendiri sedangkan sy ditemani Diaz
43. Didlm Ambulance Diaz mencoba menghibur, sy meneteskan air mata mencoba mengingat di mana2 kawan2 yg lain berada, bagaimana nasibnya..
44. Sesampaiinya di RS Sari Asih seluruh luka sy dibersihkan dan dijahit ,Beby & Diaz pun demikian, tdk lama kemudian datang lagi 2 Khudam
45. Sy bertanya siapa korban berikutnya, tak lm kemudian Diaz menghampiri sy & berkata yg msk td Masyiudin & Afif, gimana kondisinya ?..Diaz
46. Diaz membisikan ke sy ,Masyiudin parah kl Afif tdk tp ada yg meninggal 3 org, blm diketahui siapa saja, langsung sy meneteskan air mata
47. Sy langsung berdoa secara khusus sambil meneteskan air mata utk para korban & 3 org yg dinyatakan meninggal,& merasa bedosa, bersalah,
48. Begitu seluruh luka2 sdh dibersihkan & dijahit sy disarankan Dokter RS Sari Asih agar cepat dibwa ke Jkt ,RS yg ada Citiscan (foto otak)
49.& ahli Ortopedi (saraf dan tulang) yg kebetulan hanya ada di RSPP dan RSPAD,tp diluar dugaan sran dr Dr RS Sari Asih ,sy tdk blh KELUAR.
50. pd saat Polisi melarang sy dibawa ke Jkt, terjadilah keributan antara keluarga sy & Pemuda2 (Khudam) Ahmadiyah dengan Polisi yg menjaga
51. Polisi tdk bs menjelaskan alasan kenapa tdk blh dibawa ke jkt, kurang lbh 20 mnt perdebatan & adu argumentasi ,terjadilah kesepakatan :
52. Kesepakatan terjadi setelh sy lihat seorang Perwira berbicara dgn adik sy Gunawan, blh dibawa ke jkt tp dgn syarat dikawal dgn 10 Polisi
53.Dgn alasan keamanan & saksi kunci sy hrs dikawal ini keputusan final dr Kapolri utk ke jkt di RSPP utk dioperasi atas saran Dr Sari Asih
54.seblum dinaikan ke Ambulance sy sedih yang sangat mendalam krn kenapa hanya sy yg boleh dibawa ke Jkt, bagaimana dgn Beby, Diaz, Masyudin
55.Begitu sy dinaikan ke Ambulace dan beberapa menit kemudian bdan sy menggigil dingin sekali rasanya..seperti tidur dibalok es, tanpa teman
56. Seluruh doa sy baca tanpa disadari sy pingsan.....tepat jam 24.00 kurang sy tersadar dan seperti mobil memasuki suatu tempat...
57. Ambulance berhenti & sy diturunkan, terlihat Istri, kakak, Adik, mertua dan Kandali beserta dr Jemaat
59. Sy tanya ini dimn ke istri, ini di RSPP..sudahlah istirahat & berdoa, tapi begitu sy lihat Kandali @kandali_lubis sy meneteskan air mata
60. Sy sampaikan ada yg meninggal 3 org & dan kawan2 yg lain blm jelas ada dimana,semua langsung terdiam sunyi, merasakan beratnya beban ini
61. Setelah beberapa botol Infus masuk ke dalam tubuh, sy di masukan kekamar rawat inap menunggu kabar dr Dokter kapan akan dioperasi tangan


SATU TAHUN PERISTIWA CIKEUSIK

Satu tahun yang lalu, pada 6 pebruari 2011, tiga orang pengikut Ahmadiyah di cikeusik, Indonesia dibunuh secara brutal.
Tubagus Chandra mubarak (34), terlahir sebagai Muslim Ahmadi yang terus bertahan dengan istrinya yang sedang hamil. Para penyerang menyerang beliau di dalam rumah misi Ahmadiyah dengan golok dan kemudian menariknya dari ketinggian dan terus memukulinya. Ia kemudian diturunkan dan mayat beliau selanjutnya dipukuli dan dimutilasi.

Ahmad Warsono (38) bergabung dengan Ahmadiyah pada tahun 2002. Beliau meninggalkan seorang istri dan empat anak. Para penyerang menyerangnya di dalam rumah misi Ahmadiyah dengan golok, parang dan tongkat. Mayatnya kemudian dibawa keluar dimana ia terus dipukuli tanpa ampun sementara polisi hanya menyaksikan.
Roni patinasarani (35) bergabung ke dalam Ahmadiyah pada tahun 2008. beliau meninggalkan seorang istri dan dua putri. Para penyerang menyerang beliau dalam rumah misi dengan pisau parang dan tongkat. Mayatnya kemudian dibawa keluar dimana ia terus dipukuli tanpa ampun sementara polisi hanya menyaksikan.
Mereka adalah orang biasa, seperti anda dan saya – yang dibunuh hanya karena keyakinan mereka akan kebenaran Almasih yang dijanjikan.
Pimpinan Spiritual Ahmadiyah Internasional Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa serangan tersebut telah mendustakan segala bentuk kesusilaan dan dilakukan sedemikian rupa barbar sampai inisial mayat warga ahmadiyah tidak bisa diidentifikasi. Beliau mengutip sebuah laporan Asian Human Rights Commission yang menyatakan bahwa ulama di indonesia dan pengkut mereka gagal dalam melihat sesuatu yang salah dalam serangan itu. Beliau mengatakan:
“Hari ini ulama memutar kembali masa ribuan tahun yang lalu dalam melakukan tindakan kebiadaban dan mengatasnamakan semua kebejatan itu atas nama Islam dan memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama. Orang-orang ini bahkan menanamkan ke hati anak-anak mereka begitu dalam sehingga ketika terjadi pembunuhan dan kekerasan anak-anak berdiri bertepuk tangan.”
Hadhrat Ahmad mengatan bahwa apa yang menyakitkan bagi beliau dan semua muslim sejati adalah kebrutalan dan kekerasan seperti itu dilakukan dengan mengatasnamakan pendiri suci Islam, Nabi Muhammad saw yang mengajarkan cinta, kasih sayang dan rahmat sepanjang hidup beliau.
Beliau melanjutkan bahwa Muslim Ahmadi yang telah mengorbankan hidup mereka sebagai syahid sejati merupakan bintang bersinar Ahmadiyah. Beliau mengatakan bahwa para penentang Ahmadiyah, di dunia manapun mereka berada, mereka bisa berusaha sekuat tenaga tetapi mereka tidak akan pernah berhasil dalam melemahkan iman seorang Muslim Ahmadi.
Beliau lebih lanjut menyatakan:
“Ahmadi muslim tetap bersatu dan akan tetap demikian bukan hanya dalam iman mereka tetapi juga dalam kesetiaan mereka pada negara.
“Setiap Muslim Ahmadi, tidak peduli dimana dia tinggal, setia terhadap negaranya. Memang kita berjanji bahwa kita tidak akan pernah mengambil bagian dalam setiap tindakan dimana kesetiaan kita kepada negara bisa dipertanyakan. Sebagai bagian dari kesetiaan ini kita berdoa agar Allah dapat melepaskan bangsa kita dari cengkeraman orang-orang yang menindas.” (KAJ)
Sumber: Agama Islam

Popular Posts

Tukeran Link

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons